Pages

Sabtu, 17 Oktober 2015

makalah tentang pengumpulan data dan kutipan

PENGUMPULAN DATA dan KUTIPAN
MAKALAH
Dosen Pengampu: Eva Ardiana Indrariani

Logo-IAIN-Walisongo-Semarang
           
Disusun oleh:
                                    Eka Hastuti Kurniawati                      123211010
                       





PENDIDIKAN BAHASA ARAB
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG

TAHUN 2013

PENGUMPULAN DATA dan KUTIPAN

  1. PENDAHULUAN
Ilmu lahir karena rasa keingintahuan seseorang terhadap suatu masalah yang memerlukan pemecahan. Permasalahan dapat dipecahkan melalui penggalian data atau informasi yang menunjang. Informasi dapat diperoleh dengan melaksanakan tinjauan kepustakaan.
Selain  menggunakan tinjauan kepustakaan, seorang insan intelektual dapat melakukan suatu penelitian, baik berupa laporan karya ilmiah, penelitian tindakan kelas dan bentuk penelitian yang lainnya.
Dalam melaksanakan pembuatan karya ilmiah, seorang penulis dituntut untuk memaparkan teori – teori yang relevan serta dapat menunjukkan data – data yang menunjang penelitian tersebut. Tidak dapat dihindari seorang penulis mengambil kutipan sumber – sumber primer untuk penelitiannya sendiri dari peneliti lain yang terlebih dahulu melakukan penelitian. Selain itu, seorang penulis akan melaksanakan pengambilan data yang dipergunakan untuk memperkuat penelitiannya dan menguji hipotesa yang telah ditentukan.
Makalah ini bertujuan untuk mengetahui cara mengutip yang benar dalam tugas makalah atu sebuah karangan serta untuk mengetahui metode pengumpulan data secara tepat.
Pada makalah ini akan dibahas mengenai tata cara pengutipan sesuai kaidah yang berlaku dan bagaimana seorang penulis melakukan pengumpulan data di lapangan.

  1. RUMUSAN MASALAH
1.      Apa yang dinamakan kutipan dan apa saja jenis kutipan?
2.      Apa yang dimaksud teknik pengumpulan data dan apa saja macam – macam teknik pengumpulan data?






 III.            PEMBAHASAN
A.    Pengumpulan Data
Semua bahan yang dikumpulkan untuk memperkuat argumentasi dan laporan karya ilmiah disebut data atau informasi. Selain melaksanakan kajian pustaka untuk dijadikan landasan teori, seorang penulis diharapkan mampu untuk melampirkan data – data faktual untuk mendukung penelitiannya dan memperkuat karya ilmiah.
Esensi pengumpulan data merupakan suatu kegiatan operasional agar tindakan penulis tergolong pada penelitian yang sebenarnya. Ada bermacam – macam cara yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data, dan informasi. Cara – cara tersebut adalah melaksanakan observasi (pengamatan), wawancara, mengadakan kuesioner (melalui angket) tes, dan dokumentasi.[1]

1.      OBSERVASI
Observasi adalah pengamatan yang dilakukan secara sengaja, sistematis mengenai fenomena sosial dengan gejala – gejala psikis untuk kemudian dilakuakan pencatatan.[2]
Pengumpulan data menggunakan teknik observasi digunakan untuk melihat atau mengamati perubahan fenomena – fenomena sosial yang tumbuh dan berkembang, kemudian dapat dilakukan penilaian terhadap perubahan fenomena – fenoma tersebut. Saat observasi seorang observer diharuskan untuk melihhat objek dan mempunyai kepekaan mengungkap serta membaca permasalahan dalam moment tertentu dengan dapat memisahkan antara yang diperlukan dengan yang tidak diperlukan pada saat pelaksanaan observasi. Kebanyakan observasi yang dilakukan oleh peneliti bertujuan untuk membandingkan suatu keadaan.[3]

2.      WAWANCARA
Wawancara merupakan salah satu metode pengumpulan data. Wawancara didefinisikan  sebagai suatu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan informasi  secara langsung dengan mengungkapkan pertanyaan – pertanyaan kepada responden. Dalam wawancara akan terjadi komunikasi secara lisan dan berhadapan antara interviewer dan responden. Dalam wawancara, seorang responden dapat berupa orang tunggal atau lebih dari satu (kelompok). Teknik pengumpulan data melalui wawancara diisarankan untuk mengambil responden lebih dari satu. Hal tersebut diasumsikan bahwa informasi yang akan diperoleh penulis akan lebih komplek, lengkap, dan detail. Hal tersebut diharapkan mampu untuk memberikan sumbangan yang bagus dalam penelitiannya.
Saat melaksanakan wawancara seorang penulis harus mempersiapkan beberapa hal sebagai berikut:
-          Kontrol waktu; bagi interviewer dapat memperkirakan berapa waktu yang diperlukan untuk menghadapi satu responden menjawab pertanyaan dengan tuntas dan runtut.
-          Membuat daftar pertanyaan yang akan diajukan kepada responden. Hal ini dimaksudkan agar interviewer dapat dengan mudah mendapatkan informasi sesuai materi yang ia perlukan secara sistematis.
-          Mental; merupakan bekal utama sorang peneliti ketika melaksanakan wawancara dan dapat menambah kepercayaan diri. Sorang interviewer harus sadar posisinya ketika berada di lapangan dapat menerima segala sesuatu yang tidak diduga munculnya.[4]

3.      KUESIONER
Kuesioner atau angket merupakan alat pengumpulan data berupa daftar pertanyaan yang disusun sedemikian rupa oleh peneliti untuk dijawab responden. Hal tersebut diharapkan responden dapat memberikan respon terhadap daftar kuesioner. Kuesioner dapat disebut pula wawancara tertulis.
Jenis pertanyaan yang akan diajukan dalam kuesioner bisa bersifat terbuka dan tertutup. Dikatakan terbuka apabila responden diberikan kesempatan untuk menguraikan jawabannya terhadap pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner. Atau bisa dikatakan seorang penulis tidak mempersiapkan jawaban pada daftar kuesioner. Sedangkan kuesioner yang bersifat tertutup adalah seorang penulis telah memberikan jawaban pada daftar kuesioner dan responden tidak diperbolehkan memberikan alternatif jawaban.[5]

4.      TES
Serangkaian pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur keterampilan pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Ada beberaapa macam tes instrument pengumpulan data, antara lain:
-          Tes Kepribadian
-          Tes Prestasi
-          Tes Bakat
-          Tes Intelegensi
-          Tes Sikap

5.      DOKUMENTASI
Ditujukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian. Meliputi: buku-buku yang relevan, peraturan – peraturan, laporan kegiatan, foto, dan film dokumenter.[6]

B.     Pengertian Kutipan
Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari seseorang pengarang atau ucapan seseorang yang terkenal, baik terdapat dalam buku-buku maupun majalah-majalah.[7]
Meskipun kutipan dari pendapat seseorang ahli itu diperkenankan, bukan berarti bahwa sebuah tulisan harus terdiri dari kutipan-kutipan. Seorang penulis harus bisa menghindari untuk tidak menggunakan banyak kutipan, agar karangannya tidak dianggap sebagai suatu kumpulan dari berbagai macam pendapat. Seorang penulis seharusnya membuat kerangka karangan serta kesimpulan-kesimpulan yang merupakan pendapat dari penulis sendiri. Selanjutnya kutipan hanya berfungsi sebagai penguat pendapatnya tersebut.
Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam mengutip, diantaranya :
a. Penulis mempertimbangkan bahwa kutipan itu perlu.
b. Penulis bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipan.
c. Kutipan dapat terkait dengan penemuan teori.
d. Jangan terlalu banyak mempergunakan kutipan langsung.
e. Penulis mempertimbangkan jenis kutipan dan kaitannya dengan sumber rujukan.
Kutipan memiliki fungsi tersendiri. Fungsi dari kutipan adalah sebagai berikut :
a) Menunjukkan kualitas ilmiah yang lebih tinggi dari suatu karangan.
b) Menjadikan karangan lebih akurat.
c) Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi dalam daftar pustaka.
d) Sebagai landasan teori
e) Penguat pendapat penulis.
f) Penjelasan suatu uraian.

Jenis-Jenis Kutipan
Menurut jenisnya, kutipan dapat dibedakan atas kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Kutipan langsung adalah pendapat seseorang tentang suatu teori kita kutip persis seperti yang termaktub dalam buku atau tulisan yang memuat pendapat atau teori itu. Cara penyajian kutipan langsung ada dua yaitu:
a.       Dikeluarkan dari teks dan diketik dengan spasi rapat (cara ini dilakukan apabila yang dikutip lebih terdiri dari empat baris atau lebih). Simak contoh no. 1.
b.      Dimasukkan dalam teks dan ditulis dalam tanda petik (cara ini dilakukan apabila kutipan itu kurang dari empat baris). Simak contoh no. 2.[8]
            Contoh:
1.      ………………, Rakhmat (1996: 54-55) mmemaparkannya sebagai berikut:
Kajian linguistic untuk mengamati fenomena politik sebetulnya bidang yang patut mendapat perhatian. Bukan saja bidang ini mempunyai latar belakang teoritis yang kokoh, tetapi juga hasilnya mengungkapkan hal-hal menarik berkenaan dengan proses pembentukan wacana politik. Bahasa memang tidak pernah objektif. Bahasa selalu ideology soaked. Melalui analisis linguistik, budaya politik suatu bangsa menjadi transparan. Dalam skala makro, penelitian …………………..
(Dari Anang Santoso, Bahasa Politik Pasca Orde Baru, Jakarta, Wedatama Widya Sastra, 2004: 25)
2.      …………seperti yang dikatakan Leech (1983: 10-11), “bahwa sosiopragmatik itu adalah satu dari dua sisi pragmatik, yang sisi lainnya adalah pragmalinguistik. Yang pertama itu berhubungan dengan sosiologi, dan yang kedua berhubungan dengan tata bahasa……………..”
(Dari Asim Gunarwan, “ Kesantunan Negatif di Kalangan Dwibahasawan Indonesia -  Jawa di Jakarta” dalam PELLBA 7, Jakarta: 1994: 83)

Kutipan tidak langsung adalah pinjaman pendapat seorang pengarang atau tokoh terkenal berupa intisari atau ikhtisar dari pendapat tersebut.[9] Beberapa syarat harus diperhatikan untuk membuat kutipan tak langsung:
·         Kutipan itu diintegrasikan dengan teks
·         Jarak antar baris dua spasi
·         Kutipan tidak diapit dengan tanda kutip
·         Sesudah kutipan selesai diberi catatan kaki, atau dalam kurung ditempatkan nama singkat pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat terdapat kutipan itu.
Contoh:
            Pertama-tama harus dibedakan dahulu antara kata ‘aksen’ dan tekanan. Dalam tata istilah ilmu bahasa ‘aksen’ tidak sama dengan ‘tekanan’. Aksen lebih luas maknanya daripada tekanan. Tata aksen dalam suatu bahasa memperbedakan suku-suku kata yang sama bentuk fonemik-segmentalnya dengan jalan titi nada, kontur lagu, jangka bunyi dan tekanan. Dengan perkataan lain, tekanan itu hanya satu bagian dari aksen, di samping unsur titi nada, kontur dan jangka. (Hockett: 1955: 33-35; 43-66)

 IV.            PENUTUP
1.      Simpulan
Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang pengarang, atau ucapan seseorang yang terkenal, baik terdapat dalam buku ataupun majalah. Kutipan dibagi menjadi dua, yaitu kutipan langsung dan kutipan tak langsung.
Pengumpulan data merupakan suatu kegiatan operasional agar tindakan penulis tergolong pada penelitian yang sebenarnya. Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang valid. Selain itu pengumpulan data dilakukan untuk memperkuat suatu karya ilmiah sekaligus menguji kebenaran suatu hipotesa. Pengumpulan data terdiri dari: wawancara, observasi, kuesioner, tes, dan dokumentasi.

2.      Saran
a.       Mahasiswa sebaiknya lebih memperhatikan penulisan kutipan dalam tugas makalah atau karangan yang lain.
b.      Dalam mengumpulkan data untuk tugas sebaiknya lebih memperhatikan metode yang digunakan agar lebih akurat.
c.       Sebagai balas budi penulis terhadap pengarang atas teori atau kalimat yang diambil penulis karena teorinya dimuat pada karya tulisnya.



[1] Gorys Keraf, Komposisi Sebagai Pengantar Kemahiran Bahasa (Flores: Nusa Indah, 2004), hlm 181 - 182
[2] Ronny Hanitijo Soemitro, Metodologi Penelitian Hukum, )Jakarta: Ghalia Indonesia, 1985, Cet. II( hal 62
[3]  Joko Subagyo, S. H., Op. cit.,  hlm, 62 - 63
[4] Joko Subagyo, Metode Penelitian (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), hlm 39 - 41
[5] Bisri Mustofa, Tin Tisnawati Teknik Menulis karya Ilmiah Menghadapi Sertifikasi (Semarang: Ghyyas Putra, 2009), hlm 34 – 36.
[6] Riduwan,  Skala Pengukuran Variabel – Variabel Penelitian (Bandung: Alfa Beta, 2009), hlm  30 – 31.
[7] Gorys Keraf, Komposisi, (Semarang: Bina Putera, 2004), hlm: 202.
[8] Abdul Chaer, Ragam Bahasa Ilmiah, (Jakarta, Rineka Cipta, 2011), hlm: 189.
[9] Gorys Keraf, Komposisi, (Semarang: Bina Putera, 2004), hlm: 203.


0 komentar: