AL
AMR (PERINTAH)
MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Balaghah
Dosen Pengampu: Mahfudz Shiddiq Lc, MA

Disusun oleh:
Eka Hastuti Kurniawati 123211010
PENDIDIKAN
BAHASA ARAB
FAKULTAS
ILMU
TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
AL
AMR (PERINTAH)
I.
PENDAHULUAN
Ilmu
ma’ani merupakan suatu kajian ilmu balaghoh yang membahas mengenai dasar-dasar
dan kaidah-kaidah yang menjelaskan pola kalimat bahasa Arab agar bisa
disesuaikan dengan kondisi dan tujuan yang dikehendaki penutur. Dimana tujuan
ilmu ma’ani ini adalah menghindari kesalahan dalam pemaknaan ynag dikehendaki pembicara
yang disampaikan kepada lawan bicara. Dan salah satu bahasan dari ilmu ma’ani
adalah Amr.
II. RUMUSAN MASALAH
A.
Apa pengertian al-amr?
B.
Bagaimana bentuk al-amr?
C.
Bagaimana ma’na al-amr?
III.
PEMBAHASAN
a.
Pengertian
Amr adalah menuntut dilaksanakannya suatu
pekerjaan oleh pihak yang lebih tinggi kepada pihak yang lebih rendah.[1] Amr merupakan salah satu kalam insya’i.
b.
Shighat Amr
1. Fi’il Amr, semua kata kerja yang ber-shighat fi’il
amr termasuk kalam insya’ thalabi. Contoh fi’il Amr ialah sebagai berikut:
“Dirikanlah shalat” (QS. An-Nur : 56)
2.
Fi’il Mudhari’, yang diiringi dengan lam amr. Contohnya
ialah sebagai berikut:
لينفق ذو سعة من سعته (الطلاق : 7)
Artinya
: “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. (QS.
At-Thalaq : 7).
3. Isim Amr, Kata isim yang bermakna fi’il amr (kata kerja)
termasuk shigot yang membentuk kalam insyai thalabi. Contoh:
حي
على الصلاة حي على الفلاح
Artinya: “Mari melaksanakan sholat! Mari
menuju kebahagiaan!”
Kata
حي yang memiliki arti “mari”, dalam kalimat di atas adalah
sebuah kata yang berbentuk isim tetapi mengandung makna amr, sehingga
disebut isim fi’il amr.
4.
Mashdar pengganti fi’il, Mashdar yang
posisinya berfungsi sebagai pengganti fi’il yang dibuang bisa juga
bermakna amr. Contoh:
سعبا
فى الخير
Artinya: “Berusahalah pada hal-hal yang
baik.”
وبالوالدين
إحسانا
Artinya
: “Dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan
sebaik-baiknya.” (QS. Al-Isra’ :23).
IV.
c. Ma’ani Amr
Dalam konteks tertentu, kalimat perintah ini terkadang
menyimpang dari makna asalinya dan menunjukkan makna-makna lain, di antaranya
makna doa, iltimas, irsyad, tamanny, ibahah, takhyir dan tahdid.[3]
1.
Makna
doa
Ungkapan amr bisa
menunjukkan makna doa jika perintah itu berupa permohonan yang datang dari
bawah kepada yang di atas. Contohnya permohonan kita kepada Allah agar
mengampuni segala dosa dan kesalahan kita:
“Ya
Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami
kesalahan-kesalahan kami” (QS.
Ali-‘Imran [3]: 193)
2.
Makna
Iltimas
Ungkapan
amr bisa juga menunjukkan makna iltimas, yaitu perintah itu berasal dari pihak
yang sederajat. Contoh, permintaan seseorang kepada teman sejawatnya utuk
membawakan secangkir kopi:
“Sahabatku!
Ambillah secangkir kopi untukku.”
3.
Makna
Irsyad
Amr
juga bisa menunjukkan makna irsyad atau bimbingan jika perintah tersebut,
misalnya: berisi pepatah, nasehat, atau cara-cara untuk melaksanakan sesuatu
atau mendapatkan sesuatu. Misalnya nasehat seorang guru kepada muridnya untuk
rajin belajar:
“Jika Anda ingin sukses dalam ujian maka
rajinlah belajar.”
4.
Makna Tamanny
Selain
itu, ungkapan amr pun dapat menunjukkan makna tamanny, yaitu jika perintah
ditujukan kepada sesuatu yang tidak berakal. Contohnya, ungkapan orang yang
sedang merindukan kekasihnya:
“Wahai burung-burung pipit, sampaikanlah salam
dan rinduku kepadanya.”
5.
Makna Ibahah
Amr
pun terkadang menunjukan makna ibahah, yakni kebolehan (kebebasan) untuk
melakukan atau tidak melakukan sesuatu, bukan sebuah kewajiban. Seperti
perintah untuk makan dan minum dalam al-Quran:
“Makan dan minumlah dan janganlah berlebihan.” (QS. Al-A’raf [7]: 31)
6. Makna
Takhyir
Makna
lain dariamr adalah makna takhyir atau pilihan. Biasanya, konteks ini muncul
jika ada dua perintah yang diajukan untuk dipilih salah satunya, seperti
ungkapan”
“Hidup dalam keadaan mulia atau matilah dalam
keadaan syahid.”
7. Makna
Tahdid
Selain
makna-makna di atas, amr pun terkadang menunjukkan makna tahdid yaitu perintah
yang disertai dengan ancaman. Jika amr diungkapkan dalam konteks ini, maka pada
dasarnya menunjukkan “sindiran” atau ketidaksetujuan dari pihak yang member
perintah tersebut. Contoh, ungkapan yang ditujukkan kepada orang yang selalu
mengikuti hawa nafsunya”
V.
KESIMPULAN
Amr adalah menuntut dilaksanakannya suatu pekerjaan oleh
pihak yang lebih tinggi kepada pihak yang lebih rendah. Shighat Amr yaitu: fi’il amr, fi’il mudhari’,
isim amr, mashdar pengganti fi’il. Sedangkan ma’na amr di antaranya: ma’na doa,
iltimas, irsyad, tamanny, ibahah, takhyir, tahdid.
VI.
PENUTUP
Alhamdulillah kami ucapkan kehadirat
Allah SWT dengan kekuasaannya dan dengan petunjuknya sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ini. Semoga dengan adanya makalah ini kita semua dapat
mengetahui dan memahami tentang adanya
kalimat amr/perintah agar bisa diterapkan dalam praktik belajar mengajar bahasa
arab kelak. Mungkin penyajian makalah ini jauh
dari kesempurnaan untuk itu kami mengharap kritik dan saran yang membangun guna
kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini juga dapat bermanfaat bagi kita semua.
Amin....
[1] Ali al-Jarim, Terjemahan
Al-Balaaghatul Waadhihah, (Bandung: Penerbit Sinar Baru Algensindo, 2011),
hlm: 251
[2] Yuyun Wahyudin, Meguasai
Balaghah : Cara Cerdas Berbahasa, (Yogyakarta : Nurma Media Idea, 2007) hlm: 95
[3] Yuyun Wahyudin, Meguasai
Balaghah : Cara Cerdas Berbahasa, (Yogyakarta : Nurma Media Idea, 2007) hlm: 97
DAFTAR
PUSTAKA
Yuyun Wahyudin. 2007. Meguasai Balaghah
: Cara Cerdas Berbahasa. Yogyakarta
: Nurma Media Idea.
Ali al-Jarim. 2011. Terjemahan Al-Balaaghatul
Waadhihah. Bandung:
Penerbit Sinar Baru Algensindo.
Syaikh
Ahmad Qolasy. 1995. Taisiru Balaghah.
Jeddah: Matbah Tsafar.
0 komentar:
Posting Komentar