Pages

Sabtu, 17 Oktober 2015

artikel ilmiah tentang PERAN BAHASA ARAB dalam PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN dan TEKNOLOGI

PERAN BAHASA ARAB dalam PERKEMBANGAN
ILMU PENGETAHUAN dan TEKNOLOGI
Oleh: Eka Hastuti Kurniawati

            Dewasa ini, situasi kebahasaan di Indonesia menunjukkan bahwa di samping bahasa nasional dan bahasa-bahasa daerah, terdapat pula pemakaian bahasa-bahasa asing tertentu, seperti bahasa Inggris, bahasa Arab, bahasa Jerman, bahasa Perancis. Bahasa Arab diakui sebagai bahasa agama, diajarkan mulai dari kelas satu Ibtidaiyah sampai dengan tingkat tertentu di lembaga-lembaga pendidikan tinggi agama Islam, dan secara kurikuler bahasa Arab menduduki posisi sebagai mata pelajaran wajib.
            Bahasa Arab sebagai bahasa perhubungan antar umat Islam diakui sebagai bahasa agama yang diperlukan untuk berhubungan dengan bangsa-bangsa lain di dunia Islam. Dan juga untuk mengambil manfaat sebesar-besarnya dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologinya guna pembangunan nusa dan bangsa, serta memajukan pendidikan di Indonesia. Tidak diragukan, mempelajari bahasa arab berarti mempelajari ilmu untuk sesuatu yang besar. Karena sumber pengetahuan banyak yang menggunakan bahasa arab. Banyak buku-buku ilmu pengetahuan karya cendikiawan muslim yang dibuat menggunakan bahasa Arab, maka tanpa mempelajari bahasa Arab, kita tidak akan bisa untuk mempelajarinya.
Bahasa Arab bukan hanya sekedar bahasa Agama Islam atau bahasa Al Quran, Bahasa Arab adalah bahasa Internasional memiliki peran yang sangat besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pengkajian dua sumber ilmu pengetahuan yaitu Al Quran dan Hadits Nabi, secara politis-internasional, bahasa Arab kini sudah diakui sebagai bahasa internasional dan digunakan juga sebagai salah satu bahasa diplomasi resmi di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa dan dalam hal perkembangan situasi ekonomi global, bahasa Arab mengambil tempat dan peran yang sangat penting. Itu ditunjukkan dengan semakin pentingnya kawasan Timur Tengah, yang notabene mayoritas penduduknya berbahasa Arab, sebagai pusat sumber daya energi dan mineral dunia. Berbagai kalangan di dunia yang berkepentingan dan ingin membuka jalur komunikasi dengan negara-negara Timur Tengah, harus berpikir dan mengambil sikap bahwa mereka sangat membutuhkan penguasaan bahasa Arab, sebagai pintu masuk komunikasi antarbudaya yang kemudian membuka jalan bagi hubungan ekonomi, politik, dan sebagainya.
Akan tetapi, dewasa ini bahasa Inggris lah yang lebih banyak diminati oleh semua orang. Belajar bahasa Inggris seakan-akan menjadi keharusan. Kontras sekali dengan bahasa Arab, bahasa arab masih dipandang sebagai bahasa untuk umat Islam saja. Anggapan bahwa bahasa Arab sebagai bahasa akhirat pada gilirannya menciptakan pandangan yang dikotomis terhadap ilmu, yaitu ilmu agama dan ilmu umum, dan bahasa arab sendiri masuk ke dalam ilmu agama yang hanya dipelajari untuk keperluan agama Islam semata. Bahkan pada tingkatan yang krusial, bahasa Arab oleh sebagian orang dianggap sebagai bahasa yang tidak bisa menyentuh dunia global dan gagap dalam menjawab tantangan zaman.
Untuk itu, kami selaku penulis ingin sedikit memaparkan tentang pentingnya menguasai bahasa Arab di era globalisasi ini demi mengetahui perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menjadi dasar kemajuan bangsa dan negara pada umumnya. Agar kami juga selaku calon pedidik mempunyai kemampuan ilmu bahasa Arab yang matang dan ditunjang dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang juga mumpuni.
Definisi bahasa Arab dapat ditinjau dari sisi bahasa dan istilah. Pengertian 'Arab' secara bahasa adalah gurun sahara, atau tanah tandus yang di dalamnya tidak ada air dan pohon yang tumbuh di atasnya. Adapun 'bahasa' adalah alat komunikasi yang digunakan manusia untuk saling berinteraksi dan berhubungan dengan berbagai motivasi dan keperluan yang mereka miliki. Secara istilah bahasa Arab adalah bahasa yang digunakan oleh sekelompok manusia yang berdomisili di atas Negeri Gurun Sahara, Jazirah Arabiyah.[1]
Bagi pelajar yang akan belajar bahasa arab baik karakteristik, teori, sifat, dan lain-lain tidak lengkap bila tidak mengetahui asal mula dan sejarah perkembangannya. Ada ungkapan "Dengan menguasai bahasa Arab, kita akan menguasai keseluruhan kehidupan". Artinya ketika seseorang sudah mampu menguasai bahasa Arab, dia akan mampu berbicara banyak dalam kehidupan ini. Baik dalam dunia pendidikan, politik, ekonomi, seni, budaya, dan lain-lain.
Dalam bukunya yang fenomenal, History of The Arabs (1973), Philip K. Hitti mengatakan bahwa pada Abad Pertengahan, selama ratusan tahun bahasa Arab merupakan bahasa ilmu pengetahuan, budaya, dan pemikiran progresif di seluruh wilayah dunia yang beradab. Antara abad ke-9 dan ke-12, semakin banyak karya filsafat, kedokteran, sejarah, agama, astronomi, dan geografi ditulis dalam bahasa Arab dibandingkan dengan bahasa-bahasa lainnya. Secara historial, memang bahasa Arab itu lebih unggul dibanding dengan bahasa lainnya. Bahasa Arab mempunyai rekaman sejarah yang bagus. Bahasa Arab mempunyai ciri khusus yang tidak dimiliki bahasa lain.
Sebagaimana yang telah kita ketahui, banyak pendapat dan pengertian yang mengatakan bahwa “Bahasa Ilmu Pengetahuan adalah bahasa yang digunakan dalam berbagai disiplin ilmu. Dapat dipahami, dapat diterima, dan dapat memproduksi bahasa baru sendiri”. Dan ciri bahasa Ilmu Pengetahuan yaitu: jelas dan eksplanatif, kaya akan kosa kata dan kamusnya, konsistensi, serta hemat dan efisien. Maka dari itu, Bahasa Arab itu sudah sesuai dengan semua kategori tersebut”.
Berikut ini ada beberapa faktor yang menjadikan bahasa Arab tetap eksis di dunia pendidikan dan dunia:
> Faktor Al Qur’an. Karena bahasa Arab adalah bahasa asli Al Qur’an yang kita ketahui bahwa Al Qur’an adalah mukjizat yang diturunkan Allah kepada nabi Muhammad bersifat kekal sepanjang masa dan masih dibaca oleh umat Islam hingga sekarang.
> Kebudayaan Islam yang mendunia, menjadikan para penganutnya harus memahami pelajaran Al Qur’an yang berbahasa Arab. Seperti ibadah haji dan umrah yang dilaksanakan di negara Arab.
> Adanya lembaga Bahasa Arab setiap negara
> Adanya harakatuttarjamah (gerakan penerjemahan)
> Bahasa Arab kaya dengan berbagai isytiqaq/derivasinya (perubahan bentuk kata). Sehingga, kosa kata bahasa Arab sering digunakan oleh bahasa lainnya. Seperti juga bahasa Indonesia yang banyak menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa serapan.
            Selain factor yang telah disebutkan, sejak kebangkitan sastra arab pasca lahirnya Islam, ciri keinternasionalan bahasa Arab telah nampak. Salah satunya bahasa Arab merupakan bahasa demokratis, tanpa membedakan antara pemegang kekuasaan. Keluasan penyebaran wilayah arab mencakup beberapa bangsa yang berbeda. Semua bangsa tersebut menyatu ke dalam suatu kebudayaan yang beridentitas arab termasuk Pakistan, Afghanistan, Melayu, Indonesia, Nigeria, dan lain sebagainya. Akibatnya, bahasa Arab merupakan salah satu bahasa terluas wilayah interlakatornya.[2]
Tidak bisa dipungkiri kenyataan yang ada, bahasa Arab telah banyak mewarnai dunia ilmu pengetahuan yang dituangkan melalui bahasa Arab yang sangat banyak sekali, ilmu astronomi, imu pasti, kimia, kedokteran yang tertulis dengan bahasa Arab telah mewarnai dan membekas sampai pada saat ini. Sebagai salah satu contoh, ilmu pasti yang dihasilkan sarjana-sarjana muslim yang termashyur dan agung yaitu ilmu hitung atau matematika dan aljabar yang ditulis dan diajarkan dengan bahasa Arab pada waktu itu. Samapai saat ini kelihatan jelas pengaruh dan bekasnya, yaitu ; angka hitungan yang kita pakai saat ini 1234567890 adalah angka-angka Arab sebagai suatu bukti yaitu perusahaan mesin tulis merkek olimpia yang memproduksi mesin tulis Arab tetap memakai angka huruf Arab tetap memakai angka-angka tersebut dengan alasan angaka-amgka itulah yang sesuai, karena angka-angka itu yang asli dan itdak memakai angka-angka India seperti yang biasa kita pakai oleh mesin tulis huruf Arab merek Brother saat ini.
Dengan berperanya bahasa Arab sejak empat belas abad yang lalu, tentu sudah banyak sekali ilmu pengetahuaan yang terkena pengaruh oleh bahasa Arab, baik itu istilah atau ungkapan maupun gaya bahasanya dan sebagaianya yang samapi pada saat ini belum terungkap menjadi tantanga atau tanggung jawab parasarjana sastra Arab untuk meneliti dan mennyingkapkanya. Dengan demikian kesempatan yang luas dan jalan yang lebar ini akan mengubur sedikit demi sedikit pemikiran-pemikiran yang sempit dan serta perasaan yang pesimis bagi mereka yang mempelajari bahasa Arab.
Bahasa Arab adalah alat pemersatu bagi kaum muslim di dunia inni yang hampir berjumlah 1 milyar atau sepertiga penduduk dunia, dan semestinya mereka itu dapat menguasai bahasa Arab dengan baik, karena mereka selalu dituntut untuk berkomunikasi dengan baik walaupun berlainan bangsa dan negara, kesempatan berkumpul pada setiap tahun di Mekkah untuk melaksanakan ibadah Haji, selalu menuntut mereka untuk saling mengenal, saling tukar pendapat dan tikar informasi, salah satu alat komunikasi yang paling efektif bagi mereka alah bahasa Arab.
            Maka dari itu, dengan kita mempelajari bahasa Arab kita berarti sudah memepelajari bahasa dunia, karena bahasa Arab merupakan bahasa dunia yang sudah tercatat dalam PBB. Terlebih perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Arab zaman sekarang sudah terbilang maju menyaingi bangsa Barat. Dan perlu diketahui juga bahwa pengetahuan Arab zaman dahulu telah terlebih dahulu ada disbanding pengetahuan Barat. Hal ini ditunjang dengan bukti-bukti penemuan kitab-kitab bahasa Arab klasik di belahan bumi Eropa.
            Dan demi kemajuan bahasa Arab pada khususnya di kalangan umat Islam dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, kami selaku penulis memberi beberapa saran di antaranya:
  • Memberikan apresiasi berupa adanya tulisan-tulisan berbahasa Arab di tempat-tempat umum.
  • Tetap menggunakan sumber rujukan bahasa arab khususnya Al Qur’an dan hadits dalam menganalisa suatu permasalahan.
  • Konsorsium bahasa arab dalam kurikulum pendidikan bahasa Arab, Dengan membekali mahasiswa dan lulusannya dengan kemampuan bahasa asing yang memadai, diharapkan mampu mengisi kekosongan dan berperan penting dalam pembentukan sumber daya manusia yang mampu bekerja di sektor-sektor yang strategis seperti diplomasi/hubungan internasional, ekonomi, dan sosial-budaya pada tingkat universitas, dan pengadaan olimpiade-olimpiade berbahasa Arab pada setiap cabang disiplin ilmu pengetahuan tingkat lokal maupun internasional pada tingkatan sekolah.
  • Terus menggali dan meneliti tentang bahasa arab di era globalisasi ini demi menjadikan bahasa arab Internasional yang mendominasi ilmu pengetahuan dan teknologi di masa sekarang.



[2] Azhar Arsyad, Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010), hlm: 14-15.

0 komentar: